Sebuah cerpen horor (TERHOROR)



cerpenku bukan cerpenmu
"MOM, Now I BELIEVE You are LOVE Me, and will ever LOVE me"
by: Adian F. Hidayat
        "hhhhhh...." (helaan nafas panjang)
        "baik, i will tell you why?, mengapa baru sekarang saya putuskan saya pulang pulang ke indonesia menemui ibu saya".
beberapa detik yang terdengar hanya suara angin dan ombak ocana beach, lalu.... 
        "Setelah bertahun tahun lamanya rev, setelah saya melewati masa masa panjang, terjal, berbatu, tentunya kamu mengerti bagaimana rasanya hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, yes, a mother its very brokened my heart, and my dad, ntah kemana lagi ia harus bertarung melawan egonya untuk bekerja, bekerja dan berkerja, i know he is hard worker, but, aku tak tau bagaimana nasib ini menjadi lebih buruk jika ayah tak pernah melanglangbuana atau mati sia sia, mungkin tak ada sekolah tak ada rumah, tak ada makan, dan tak ada keluaraga, rev...bertahun tahun lamaya saya tak pernah mendengar suara orang yang dulu katanya pernah melahirknku, atau setidaknya i heve seen a boy picture, yang ia gendong and than she tell me story child me, yes but its long time ago, exacli its very long time ago"
        sedney 2019, sore itu terasa mendung di debur ombak ocana beach yang semakin laras dengan late moca dan coklat panas khas australia, di teras sebuah kafe, opera house jelas sekali tampak menemani perbincangan mereka, anton dan revina takpaknya akan meninggalkan australia dalam waktu dekat, bukan karena pendidikan yang mereka tempuh sudah usai, karena sesungguhnya anton telah di wisuda enam bulan yang lalu, dan revina, tinggal menunggu sidang tesis psikologi-nya di di somplak hon university, tampak sekali perbincangan santai itu bernada serius.
        "anton, can i tell you?"
        "mmm" (anggukan itu artinya mempersilhkan).
                "bertahun tahun pula telah berlalu, sejak belasan tahun usia kita anton, ntah apa kamu masih mengingatnya atau tidak, bahwa aku bernah bercerita tentang seorang manusia berpangkat ayah, seorang ayah yang lalu ia tanpa merasa bersalah seolah menuduh aku dan ibuku adalah orang paling durhaka di dunia ini masih ingat?, kala itu usiaku masih sangat belia untuk menegerti itu semua, lalu di kelas itu kamu ingat? seorang anak laki laki baik hati memberi potongan keju yang ntah mengepa hingga kini aku tak pernah lupa rasanya, hingga akhirnya aku meneceritakan semua masalah, keluh kesah, dosa dosaku, ayahku, keluargaku, padamu anton, padamu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga kita akhirnya  terpisah".
        "but rev..."
        "aku belum selesai, bertahun tahun pula kamu menjelma seperti penasehat, aku pulih sepenuhnya berkat bantuanmu anton, ibuku menikah kembali kamu tau itu, aku menjelma lebih baik dari yang dulu, aku menuruti semua yang kamu katakan hingga masa sma ku tak sia sia seperti kita baru berjumpa, karena aku sudah menggap kamu adalah penasihatku, you know why? because im not have goog parents."
        "rev...."
        "wait wait wait this is importan, hingga akhirya kita bisa bertemu disini itu karena siapa anton, its causes you, and now you will go home and say ....., oh my god anton its not true, dan mungkin aku akan sangat kecewa sekali". 
        gubrakk........ terdengar anton memukul meja dengan kedua tangannya hingga revina berhenti bicara dan....
        .......................
angin kembali memecah ketegangan sebelum anton berbicara.
Selanjutnya dengan nada menahan amarah......
        "kecewa kamu bilang?, apa tak sepantasnya saya yang kecewa stelah apa yang ibu saya perbuat, kemana saja dia rev? menghilang tanpa kabar terkesan kabur dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, tidak ada uang jajan, tidak ada uang sekolah, tidak ada kabar, betapa tersiksanya saya waktu itu, padahal dia sendidiri yang menyuruhku sekolah di luar kota, biar bijaksana katanya, ntahlah hingga kini aku tak pernah mengerti arti bijaksana yang sesunggunya yang mereka ajarkan pada saya, hingga akhirnya saya menemukan arti bijaksana itu sendiri yang sesungguhnya dalam perjalanan penyiksaan ini, waktu itu saya sangat berharap bahwa kesulitan itu akan segera berkahir, rev, setiap hari saya tak pernah berhenti mendoakan keselamat ibu saya, hingga ter tersadar bahwa ia lebih taat berdoa dari pada saya, anak yang mungkin durhaka pada ibunya, rasanya peserti percuma, sejak saat itu untuk terakhirkalinya saya meminta pada tuhan temukan saja saya dan ibu di surga nanti mungkin itu yang terbaik".
        "lalu?".
*tunggu kelanjutan ceritanya di sisni ya....
“lalu selanjutnya saya akan pulang ke indonesia bersamamu, dan kita lihat saja apa yang akan ibuku lakukan, pasti dia akan bahagia, setelah sekian lama tak berjumpa dengan anaknya dan saya akan mendapatkan pelukan hangatnya kembali seperti di dalam foto itu dan nanti kita akan menikah sayang”
        Harapan, hanya tinggal harapan, expetasi Dan realita seakan sengaja tuhan benturkan, setelah sekian lama perjuangan, sang anak (anton), kini anton telah dewasa dan siap membina rumah tangga bersama revina.
        Pukul 08.00 waktu itu udara masih terasa sangat dingin di bulan juni, pesawat dari bandara internasional jukmen how sidney menuju jakarta siap lepas landas, perjalanan memerlukan waktu 7 jam hingga pesawat mendarat di bandara internasional soekarno hatta jakarta, dan ternyata sesuatu yang mengagetkan mereka alami, ternyata pesawatnya kesasar ke bandara kertajati palembang, eh majalengka.
Butuh waktu bagi anton menemukan rumah sang ibundan, yaiyalah kan rumah ibunya di jakarta malah nyarinya di cerbon coba ish, nyasar lagi ke cilimus. Tujuh hari sudah anton mencari ibunda sampai akhirnya titik terang keberadaan ibunya anton mulai di temukan, badan meteorologi klimatologi dan geofisika mengidentifikasi terjadinya kesasar susulan yang akan dialami oleh anton dan revina, yang di sebabkan oleh supir grab yang salah order.
        Ternyata sampailah mereka ke rumah seorang ibu paruh baya berpakaian rapi...
        Anton: “ibuuuu........ ini anton bu”
        Ibu: “mmm maaf anton yang mana ya, kredit lemari bukan sih? Anaknya haji lulung? Apa cucunya?
        Revina: “ish si ibu sama anak sendiri kok lupa gimana sih?”
        Ibu: “loh kamu anakku nak? Cantik sekali” tanya ibu kepada revina.
        Revina: “ish bukan itu si anton bu, gimana sih, heran aku sama emak emak jaman sekarang”.
        Ibu: “ishh ogah gua punya anak kaya lu, lu anak siape sih aslinya hah?”
        Anton: “ibu markonah bukan? Anaknya haji sodikin?”
        Ibu: “bukan bukan aye bukan markonah, aye makaroni, lagian ada ada aja, terus siapa lagi tuh si sodikin gua kaga kenal tuh sodikin”
        Di tengah kebingungan mereka saling berfikir setelah cek cokan berakhir.....
        “ekhemmmm khemmmm.... woy grab ini belum belum di bayar ah malah ribut lagi, bayar buru ah gua mau order lagi nih”. Mamang grab.
        Anton: “oh iya lupa, pake samsung pa bayarnya..”
        Mamang grab : “samsung, ovo gob;ok, eh lu ga pake ovo saldo lu kaga cukup”.
        Anton: “oh iya lupa, bu bayarin bu”.
        Ibu: “idih si bocah ngapak ya minta di bayarin grab kenal juga kagak”.
        Revina : “ini mas ambil kembaliannya” sambil memberikan uang ongkos ke mamang grab.
        Mamang grab: “heh gob;ok sia, ti majalengka ka jakarta bayarna ngan sakieu, kurang iyeu boro2 kembalian”.
        Tiba tiba seorang lelaki tua berpakaina khas betawi sambil bawa golok dengan muka marah datang dan......
        Kakek: “bubar ga lu pade, brisik aje dare date, eeeee kalo kaga bubar gua yang bubar hah!!”. mamang grab, anton, dan revina pun lari terbirit birit meninggalkan rumah tersebut.....
        Eissst cerita tentang anton dan revina belum selesai ya................
Apa yang selanjutnya terjadi? apakah anton berhasil menemukan ibunya, mari kita bahas secara tuntas dan tajam setajam.......... sileet.

Setelah berjam jam mengelilingi kota jakarta, akhirnya mereka putus asa dan memutuskan untuk melaporkan ke kantor polisi, dan.....
        Anton: “jadi sperti ini pa...... bla bla bla bla.........”.
Revina: “sabar dulu mas”. revina terlihat menenangkan anton yang tergesa gesa menceritakan hal tersebut, setelah menceritakan kejadian yang di alami anton berharap kepolisian bisa membantu menemukan ibunya.
        “siapa yang nanya? Ini kantor pos bukan kantor polisi”.tukang pos.
        Revina: “dibilangin, iya maaf mas, kita balik lagi aja deh heheh”.
Selanjutnya anton dan revina mencari kantor pilisi di google map, dan oh my god, bener, ketemu pemirsah. Setelah melaporkan kejadian tersebut selanjutnya revina dan anton memutuskan untuk menunggu panggilan dari kepolisian dan mereka mencari hotel di daerah surabaya, eh kejauhan, di dekat situ lah.
        “silahkan mas, ada yang bisa saya bantu?” dengan ramah, seorang wanita di meja resepsionis menyambut mereka berdua.
        Anton:”booking hotel satu kamer president suite dikasih tambahan bantal guling 2 sama selimutnya yang bahan anget ac nya tolong di atur suhu ruangan aja ya sama kulkasnya di isi sama coca cola jan lupa kalo ana ada nenek nenek bawa tongkat bawa pokemon lari lari di kejar hokage terus kejebur ke kali yah kasian kan.....”
        Revina: “ekheem.....”
        Resepsionis: “bacooot, maaf pa ini kantor bank bjb”.
        Anton: “salah bae t@i, sok gah rev ah anj*ng sing mau, grab nyasar, kantor polisi salah, ini salah males anj*ng”.
        Resepsionis: “securiti liteeeeeeeeeeeee.........”. yap, anda tau sendiri nanti jadinya gimana?, mereka di usir dari bank tersebut.
        Penulis: “eh boleh jujur ga, ini ceritanya kasian banget sih, kya ngaco sih tapiii, mau lanjut jangan?, jangan tah? Ya ws lah”.
        Cerita berlanjut cerita, ternyata mamang grab adalah ayah dari anton yang selama ini tidak ada dan terlupakan dalam cerita, lalu ibu anton sampai saat ini menjadi tanda tanya besar bagi kita semua, akankah ayah anton akan menceritakan apa yang terjadi dengan ibu anton, ntahlah.
“TAMAT”

Komentar

  1. wahhh menarikk sekali kakk

    selain menarik mendorong jugaa nih kakk

    BalasHapus

Posting Komentar